Welcome for JAWAPOSTING *** KLIK IKLANNYA, 1 Klik Dari Anda Sangat Berarti Bagi Saya Thanks *** thanks for Mr. bedun_19, Mr. Bobby Julian, Mr. Garra Jail, Mr. Ziza Lufiaz and all friend *** Cinema3satu *** The Hack3r *** Thanks To *** Thanks to blogspot lagi butuh tukar link gan.. silahkan copy link ane di bawah... terus koment sotmix.. ntar ane pasang link sobat.. thanks all

Budaya Barat

Diposkan oleh irfan on Minggu, Agustus 29, 2010

Peradaban yang kita lihat sekarang , sebenarnya bibit-bibitnya telah berkembang di sekitar Eropa Selatan, serta banyak pula dipengaruhi oleh peradapan yang tumbuh di sekitar Timur Tengah. Budaya Visual Yunani dan Romawi (Budaya Visual Klasik) Perkembangan budaya rupa masyarakat Bara hingga tingkat kemajuan yang sekarang, sebenarnya tidak terlepas dari runtutan panjang sejarah kebudayaan Yunani dan sekitarnya yang melahirkan dasar-dasar logika, keterampilan, dan cita rasa estetik yang tinggi. Selama masa kejayaannya, lahir karya-karya besar seperti bangunan Parthenon di Athena, Kuil Posaidon di Paestum, kuil Zeus di Olympia, ribuan jenis ragam hias, karya seni patung, tembikar, dan karya-karya teknologi yang selalu menjadi inspirasi pemikir hingga zaman sekarang. Dari segi keindahan, bangsa Yunani kuno, manganggap keindahan karya seni terletak pada unsure keselarasan (harmoni) unsur rupa atau bentuk. Karya seni yang berhasil adalah yang menerapkan prinsip-prinsip geometri secara tepat pada karya yang dibuat. Kelompok penganut pemikiran Phytagoras, mencoba menggambarkan bintang bersudut lima (pentagram) yang kemudian berkembang menjadi Teori Proporsi dan dinilai sebagai kunci keindahan. Untuk menggambarkan bintang aspek-aspek proporsi tersebut diperlukan konsep keseimbangan yang kemudian dikenal sebagai Golden Ratio. Konsep ini tertuang dalam sebuah buku yang ditulis ±300 SM, oleh Euclid dari Alexandria. Teori seni yang dianggap paling tua dibuat oleh Plato dan dikenal sebagai Teori Imitasi. Plato mengemukakan, bahwa karya seni yang dibuat oleh manusia, hakikatnya merupakan peniruan dari segala sesuatu yang ada di dunia (mimesis). Menurut Plato keindahan yang tertinggi ada dalam diri Mahapencipta. Bangunan ‘Colloseum’ Setelah masa kegemilangan karya seni rupa Yunani, sejalan dengan pergantian peradapan yang kuat di wilayah Eropa, berkembang pula seni rupa Romawi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai keindahan semasa keemasan karya seni zaman Yunani. Seorang pengarang Romawi , Vitruvius menyatakan bahwa banyak sekali bangunan kuil dan kuburan yang menyerupai gaya seni rupa zaman Yunani, namun bangunan Romawi tetap memiliki ciri khas yang unik, terutama konstruksinya yang melengkung-lengkung. Bangunan ‘Colloseum’ di Roma, merupakan salah satu karya penting kebudayaan Romawi. Ornament, pilar, dan kolom-kolomnya banyak dipengaruhi gaya bangunan Yunani. Ciri utama bangunan Romawi adalah bentuk yang melengkung-lengkung. Bentuk yang melengkung ini merupakan penemuan struktur yang hebat karena dapat menahan beban yang cukup berat tanpa tiang penyangga di tengahnya. Bangunan ‘Chartres Cathedral’ tahun 1194-1260 Setelah zaman Romawi, budaya rupa di Eropa memasuki abad yang bernuansa keagamaan, karena agama Nasrani secara bertahap mulai meluaspengaruhnya. Kekuasaan gereja amat dominan sampai mempengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk kebudayaan dan karya seni rupa. Salah satu gaya seni rupa yang menjadi ciri zaman itu adalah bangunan-bangunan gereja bergaya Gotik yang tinggi-tinggi dan melancip di bagian atapnya. Demikian pula, dalam dunia seni lukis berkembang tema-tema keagamaan dan alam yang kuat terutama pada seni lukis kaca patri. Salah seorang pelukis zaman Gotik tekemuka berkebangsaan Belanda adalah Jan van Eyck. Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama keberadaanya selama 12 abad, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas. Dia datang untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun beberapa faktor menyebabkan kemerosotannya. Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5; kekaisaran timur, diatur dari Konstantinopel, disebut sebagai Kekaisaran Romawi Timur setelah tahun 476, tanggal tradisional "kejatuhan Romawi" dan kelanjutannya Zaman Pertengahan. Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai "klasik antik" bersama dengan Yunani kuno, sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak budaya Romawi Kuno. Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam dunia sekarang ini. Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari marmer. Peninggalan seni bangunan Romawi pada masa kekaisaran ini jumlah sangat banyak. Banguan-banguan monmen tersebut antara lain: 1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia. 2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (syria) 3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja. 4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM. Mousoleum merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai ddengan berbagai ornamen yang indah. 5. Teater di Pompeii, solona, dan Asperados. 6. Amphiteater Amphpiteater merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua. 7. Thermen Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin. 8. Bangunan istana 9. Gerbang kemenengan 10. Tiang kemenangan Dalam buku "Encyclopedie of The Art" oleh Runes & Schrickel, sejarah kebudayaan Yunani dapat di klasifikasikan dalam 6 fase yaitu: 1. Fase Proto Geometric (1100-900 SM), 2. Fase Geometric (900-700 SM) 3. Orientalizing (700 -600 SM) 4. Archaic (600- 500 SM) 5. Classical (500-300 SM); dan 6. Hellenistis (300-100 SM). Tetapi dari ke enam fase tersebut di atas, yang dikenal bisa dibedakan berdasarkan karya-karya arsitektur yang di hasilkan pada masanya hanya ada pada 4 (empat) fase, yaitu: 1. rase Geometric, 2. rase Archaic, 3. rase Classic; dan 4. rase Hellenistic 1. Fase Geometric (900-700 SM) Era ini dinamakan geometric, karena karya-karya yang dibuat pada masa ini, baik itu berupa. bangunan-bangunan maupun patung-patung, dibuat dengan berdasarkan perhitungan-perhitungan matematis, dengan bentukan-bentukan yang geometris (misalnya: lingkaran, garis-garis sejajar, segitiga dan sebagainya.). Pada masa ini sistem pemerintahan negara adalah "City-state", yang dicirikan dengan posisi kedudukan rakyat yang dinilai sama oleh negara. Mereka (rakyat) diperbolehkan dan diberi kebebasan membicarakan apa saja yang ingin mereka ungkapkan, baik itu mengenai keadaan politik, perkembangan-perkembangan, filosofi, olah raga, seni dan sebagainya. Hal tersebut mereka lakukan di ruangan terbuka yang kemudian dikenal dengan sebutan "Agora". Sistem tatanegara seperti ini pula yang kemudian memicu banyaknya lahir golongan kaum yang mempunyai tingkat intelektualas yang tinggi di Yunani. Pada era ini, dewa-dewa oleh mereka sangat diagungkan dan dihormati. Untuk menunjukkan penghormatan mereka terhadap dewa-dewa tersebut, mereka kemudian membuat patung-patung dewa tersebut dengan skala yang besar dan kemudian mereka tempatkan dalam suatu kuil yang besar dan megah pula. Ciri khas karya desain bangunan-bangunan yang mereka buat untuk ini (kuil) adalah berbentuk solid, masif dan hanya sedikit sekali memikirkan bagaimana hubungan dan kaitanya dengan desain interiornya. Selain hal di atas, ciri khas yang lain adalah adanya 3 tiga macam "order" (identifikasi bentuk tertentu) yang muncul pada jaman ini, yaitu: 1. Doric (dengan ciri desain bentukan kepala kolom pada bangunan yang masih berbentuk sederhana dan sedikit sekali menampilkan hiasan) 2. Ionic (dimana desain bentukan kepala kolom sudah mulai menampilkan corak-corak hiasan) 3. Corinthian (dengan pol a hiasan-hiasan yang lebih semarak) 2. Archaic (600-500 SM) Era ini ditunjukkan dengan adanya perkembangan dalam karya-karya arsitektur temple (kuil tempat para dewa). Panggambaran sculpture/patung-patung tampil lebih rasional dan naturalis dengan skala ukuran dibuat dengan ukuran yang sebenarnya. Walau masih deagan ekspresi yang sederhana, kuil-kuil di era ini tampil monumental dengan ciri geometris yang masih kuat, baik bentukan maupun ukuran. Contoh yang terbaik adalah kuil dewa Zeus di Olympia. 3. Classic (500-300 SM) Masa ini ditandai dengan mulai dikembangkannya sistem interior pada karyakarya arsitekturnya. Gubahan bangunannya mulai menampilkan dan memadukan eksterior dan interiornya. Karya-karya arsitektur yang lahir pada era ini banyak yang menjadi fenomenal sebagai wujud karya Arsitektur Yunani. Beberapa contohnya antara lain:kompleks Acropolis di Athena dengan bangunan-bangunan: -Parthenon (Doric); -Erectheum (dengan gaya Ionic); -Kuil Nike Apteros; dan -Propyle. (bergaya Doric dan Ionic). Temple of Zeus Olympius.c. 170 B.C. -Parthenon(Doric); -Erectheum (dengan gaya Ionic); -Kuil Nike Apteros; -Propyle. (bergayaDoric dan Ionic). 4. Hellenistic Masa ini berkembang pada masa jayanya kerajaan yang dipimpin oleh Alexander Yang Agung, dimana sistem pemerintahan "City-State" mulai ditinggalkan dalam sistem ketatanegaraannya dan berganti dengan sistem kerajaan. Kaisar Alexander ini juga dikenal sebagai raja yang sangat rajin berperang, sehingga karya seni di Yunani kurang mendapat perhatian pemerintahannya. Tapi pada masa ini ditandai pula dengan lahirnya filosof-filosof Yunani yang besar, yang ajaranajarannya kemudian menjadi panutan bangsanya (bahkan dunia). Mereka antara lain Socrates, Plato dan Aristoteles, yang banyak memberi sumbangan-sumbangan besar dalam membetuk kepribadian bangsanya. Dalam karya arsitektur, pada masa fase hellenistic ini, gaya Ionic kemudian mencapai puncak keemasannya dimana penampilan detail-detail bangunan dibuat degan sangat sempurna. "Interior Space" dan volume bangunan pun sudah mendapat perhatian yang besar, hal ini dapat dilihat pada beberapa bangunan, antara lain: Apollo Temple (Kuil Apollo) dan Puri Basilica di Delos. Pembuatan patung-patung ditampilkan mereka dengan wujud tiga dimensional yang tampil lebih utuh. Pada masa ini pula telah mulai dikenal konsep yang dinamakan City Planning (Miletus dan Priene), yang didasari atas perhitungan matematik, rectanguler, sistemsistem grid desain dan garis-garis geometris. Fase terakhir dari sejarah Yunani inilah yang kemudian banyak mempengaruhi kebudayaan dan karya-karya arsitektur dunia, terutama arsitektur Romawi. Plan, Temple of Apollo Sebagai bangsa yang dikenal kuat dan haus dalam berperang dan tidak pernah berhenti memperluas daerah jajahannya, kepribadian mereka tersebut selanjutnya mereka tuangkan dalam karya-karya arsitektur bangunan mereka yang mempunyai ciri menonjolkan kemegahan, kekuatan dan besaran mereka. Beberapa contoh karya mereka yang terkenal adalah: - Temple of Fortune Virilis, - The temple of Venus, - Aquaduct dan - Kuil Pantheon. Hal yang unik, sampai untuk urusan rekreasipun sifat kepribadian mereka ditampilkan. Hal ini dapat dilihat melalui arena gladiator (pertarungan manusia dengan binatang, yang konon budaya inipun dibawa oleh orang-orang Etruscan) yang dikenal dengan bangunan "Colosseum" di Roma. Temple of Fortuna Virilis. Rome. Late 2 nd century B.C Temple of Venus and Rome. Rome. 135 A.D. Colosseum. Rome. 72-80 A.D. Budaya Visual Zaman Pencerahan (Renaissance) Zaman Pencerahan atau lebih dikenal dengan zaman Renaisans (Renaissance) merupakan satu era kebangkitan kebudayaan Eropa dari masa ‘Kegelapan’ yang dkuasai oleh gereja. Zaman pencerahan terjadi sekitar abad ke-15 dan 16, berpusat di Italia, dan pengaruhnya meluas hingga benua Eropa. Di zaman ini karya-karya seni rupa yang sebelumnya memusatkan diri pada karya yang bersifat pemujaan kepada keagungan Tuhan, mulai berkembang pada objek manusia dan alam. Renaisans kerap diartikan sebagai kebebasan berpikir dan meneliti apa saja yang ada di dunia ini, lalu diungkapkan dalam bentuk karya seni. Tokoh seni rupa Renaisans yang rterkenal antara lain Leonardio da Vinci (1452-1519), Michael Angelo (1475-1564), dan Raphael Santi (1483-1520) Leonardo da Vinci adalah seorang seniman yan jenius. Di samping dikenal sebagai seorang pelukis, ia juga dikenal sebagai arsitek, ahli ilmu pasti, penyair, peneliti, filsuf, dan seorang perancang segala bisa. Lukisannya yang terkenal adalah ‘Monalisa’ dan ‘Perjamuan Terakhir’. Leonardo adalah murid Verocchico yang juga seorang pelukis dan pematung. ‘Monalisa’ dibuat pada tahun 1503 Michael Angelo adalah seorang seniman serba bisa. Dalam berkarya, ia lebih banyak menekankan kepada kemahiran membentuk, sehingga banyak karya pahatnya mengutamakan bentuk-bentuk yang ideal, seperti patung manusia yang gagah, berotot, dan berbadan atletis. Karyanya yang terkenal adalah lukisan ‘Penciptaan Adam’ dan ‘Keputusan Terakhir’. Raphael santi dikenal sebagai seorang pelukis zaman Renaisans yang terkemuka. Meskipun karya-karyanya tidak sepopuler Leonardo da Vinci atau Michael Angelo, tetapi karyanya memiliki gaya tersendiri yang unik. Karya Raphael lebih menekankan kepada permainan warna, bentuk yang alami, dan keseimbangan komposisi unsure rupa. Karyanya yang terkenal di antaranya ‘Ibu dan Anak’. Budaya Visual Barok dan Rokoko Adoration, oleh Peter Paul Rubens: dynamic figures spiral down around a void: draperies blow: a whirl of movement lit in a shaft of light, rendered in a free bravura handling of paint. Istilah Barok (Baroque) berasal dari kata romawi yang berarti ‘tidak beraturan’. Bapak seni rupa yang dianggap merintis gaya Barok adalah Michael Angelo dan Palladio. Gaya barok berkembang pada paruh kedua abad ke-16, setelah seni rupa dari Italy berkembang dan meluas ke berbagai Negara Eropa. Ciri utama seni rupa barok adalah adanya kebebasan senian untuk mengapresiasikan diri melalui karya-karyanya dan karyanya lebih hidup. Seperti lukisan Rembrandt berjudul ‘The Night Watch’ tahun 1642. Salah seorang seniman Barok adalah Peter Paul Rubens (1577-1640). Rubens adalah seniman Belanda yang belajar pada seniman-seniman Italia. Dikarenakan karyanya yang bergaya Barok tersebut, Rubens dikenal sebagai pelopor seni rupa Barok. Seorang murid Rubens bernama van Dijck (1599-1641) kemudian menjadi pelukis terkenal dan manjadi pelukis istana raja Inggris. Contoh dari budaya visual barok Seniman bergaya Barok lainnya yang terkenal adalah Rembrant van Rijn (1606-1669). Karyanya yang terkenal adalah ‘Dr.Tulp’ dan ‘Nacht Wacht’. Rembrandt dikenal sebagai pelukis yang memiliki kepandaian menyusun efek cahaya dalam lukisan-lukisannya, sehingga lukisannya seolah-olah hidup. Selain Rembrant, pelukis bergaya Barok lainnya yang terkenal adalah El Greco dan Francesco Goya. Contoh dari budaya visual rokoko Di samping dikenal sebagai seorang pelukis, El Greco juga seorang ahli filsafat, ahli agama, dan ahli sastra. Sedangkan Francesco Goya adalah seorang seniman berasal dari Spanyol yang berpengaruh kuat di kalangan para pelukis Spanyol di masanya. Pada abad ke-18, pengaruh gaya Barok dalam seni lukis, seni patung, dan bangunan mulai menunjukkan tingkat penurunan. Ini dikarenakan gaya Barok sudah mencapai puncaknya. Kemudian muncul gaya baru bernama gaya Rokoko. Namun gaya Rokoko dinilai sebagai penyelewengan gaya Barok yang telah jenuh. Seniman yang bergaya Rokoko adalah Jean Antoine Watteau (1684-1721). Cirri gaya Rokoko adalah terdapatnya hiasan yang berlebihan, baik pada bangunan, seni patung, maupun seni lukisan. Contoh gaya Rokoko adalah lukisan karya Le Brun. Gaya Visual Neoklasisme dan Romantisme Gaya klasik adalah gaya yang diadopsi dari kejayaan sini masa lalu. Pada permulaan bad ke-19, gaya seni rupa di Eropa cenderung berorientasi kepada gaya klasik zaman Yunani dan Romawi. Napoleon, penguasa perancis masa itum memerintahkan agar dibangun monument dan arsitektur bergaya Romawi. Salah satubangunan yang terkenal bergaya klasik adalah ‘L’Arc de Triomphe’ yang dirancang oleh Chalgrin pada tahun 1936. Klasisme juga berkembang di Jerman, Belanda, Inggris, dan sejumlah Negara Eropa lainnya. Lukisan beraliran romantisme karya Eugene Delacroix berjudul ‘Liberty Leading the people’ dibuat pada tahun 1830. Romantisme juga berkembang di Eropa pada abad ke-19. Gaya Romantisme umumnya ditandai oleh tema-tema yang fantastis, penuh khayal, atau petualangan para pahlawan purba. Gaya ini juga banyak menampilkan berbagai perilaku dan karakter manusia yang dilebih-lebihkan. Para pelukis bergaya Romantisme di antaranya Eugene Delacroix (1798-1963), Jean Babtiste Camille Corot (1796-1875), dan Rousseau (1812-1867). Gaya ini juga dikembangkan di jerman, Belanda, dan Perancis. Seni Abad ke-20 Menjelang abad ke-20, para seniman dibenua Eropa mengalami kegelisahan yang luar biasa. Ini disebabkan oleh perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat yang diakibatkan oleh Revolusi Industri dan penemuan berbagai karya teknologi. Sejumlah seniman berupaya melakukan eksperimen seni rupa untuk mengekspresikan berbagai perubahan besar dalam masyarakat Eropa. Gaya Romantisme dan Impreionisme yang sebelumnya amat popular di kalangan seniman, secara bertahap mulai ditinggalkan. Para seniman merasa tidak puas terhadap gaya-gaya seni rupa yang ada. Sebagian mencarinya pada unsure-unsur estetik universal yaitu bentuk geometris, warna primer, dan mencari peluang membuat abstraksi-abstraksi dari objek yang nampak. Sebagian seniman, mencoba membangun konsep-konsep baru dalam berekspresi melalui permainan bahasa rupa atau perpaduan antar elemen rupa. Para ahli seni rupa menilai gejala ini sebagai masa peraliahan kearah bangun seni rupa yang lebih modern. Selain itu, para ahli sejarah seni mulai memisahkan antara seni murni ( pure art ) dengan seni terapan ( applied art ). a. Ekspresionisme Ekspresionisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang melukiskan suasana kesedihan, kekerasan, kebahagiaan, atau keceriaan dengan ungkapan rupa yang emosional dan ekspresif.salah satu seorang pelukis yang beraliran Ekspresinisme adalah Vicent van Gogh (1853-1890). Lukisan-lukisannya penuh mengekspresikan gejolak jiwa yang diakibatkan oleh penderitaan dan kegagalan dalam hidup. Salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Malam Penuh Bintang” (1889), yang mengekspresikan kegairahan yang tinggi sekaligus perasaan kesepian. Selain van Gogh, pelukis yang kerap dikelompokkan kepada aliran Ekspresionisme adalah seorang seniman Rusia bernama Wassily Kandinsky (1866-1944) dan Paul Klee (1879-1940). Lukisan karya van Gogh berjudul ‘Starry Night’ dibuat tahun 1889 b. Gerakan Seni Avant garde Banyak sekali istilah untuk menyebut kelompok gerakan seni di abad ke-20. Diantaranya ada yang menyebut sebagai gerakan seni Formalisme, seni kontemporer, seni Garda Depan (Avant Garde), ada pula yang menyebutnya modernism. Gerakan seni di abad ke-20 amatlah beragam, namun dalam paparan berikut hanya dikemukakan beberapa gerakan seni yang popular dan pengaruhnya cukup luas. 1. Kubisme Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak penyerderhanaan bentuk-bentuk alam secara geometris (berkotak-kotak). Pada tahun 1909 berkembangaliran Kubisme Analistis yang mengembangkan konsep dimensi keempat dalam seni lukis. Dimensi keempat dimengerti sebagai adanya konsep ruang sekaligus waktu dalam lukisan. Pada setiap sudut lukisan terlihat objek yang dipecah-pecah dengan posisi waktu yang berbeda. Sedangkan Kubisme Sintesis, pelukisannya disusun dengan bidang yang berlainan warna yang saling tumpang dan tembus. Lukisan berjudul ‘Le Portugais’ karya Georges Braque tahun 1911 Tokoh seni rupa yang beraliran Kubisme terkemuka di antaranya Pablo Picasso (1881-1973) dan George Braque (1882-1963). Lukisan Picasso yang terkenal adalah ‘Les Demoidelles’ dan ‘Guernica’, sebuah kritik terhadap tragisnya peperangan. 2. Konstruksifisme dan Seni Abstrak Gerakan seni beraliran Konstruksifisme awalnya berkembang di Rusia. Penggagasnya antara lain Vladimir Tattin, Antoine Pevsner, dan Naum Gabo. Gerakan ini mengetengahkan berbagai karya seni berbentuk tiga dimensional namun wujudnya abstrak. Bahan-bahan yang dipergunakan adalah bahan-bahan modern seperti beton, kawat, bahkan plastik. Gerakan seni ini mengharapkan karya-karyanya menggambarkan gerak yang dinamis. Namun, setelah komunis menguasai Rusia, para pematung konstruksifis ini sebagaian pindah ke Jerman dan Amerika. Lukisan bergaya abstrak karya Wassily Kadinsky berjudul ‘Painting With The Black Arch’ tahun 1912. Selain aliran Konstruksifisme, di awal abad ke-20 kita juga mengenal seni abstrak, yaitu seni yang menampilkan unsure garis, bentuk, dan warna yang tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Salah seorang perintis seni abstrak adalah Kadinsky, Mondrian, dan banyak lagi. Seni abstrak pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, dan hanya mengandung unsur bahasa rupa murni yaitu garis dan warna. 3. Dadaisme dan Surealisme Dadaisme adalah gerakan seni rupa modern yang memiliki kecenderungan menihilkan hukum-hukum keindahan yang ada sebagai protes terhadap situasi social yang tidak menentu di saat dan setelah Perang Dunia 1. Pada bulan Februari tahun 1916,kelompok cabaret Voltaire mendirikan sebuah kelompok seni bernama ‘Dada’. Anggota kelompok ini antara lain Hugo Ball, Hans Arp, dan Marcel Janco. Ciri-ciri utama gaya dadaisme adalah paduan berbagai karya lukisan, patung, atau barang-barang tertentu dengan menambah-nambah unsur rupa yang tak lazim sebagai protes kepada keadaan di sekitarnya; seperti lukisan reproduksi lukisan ‘Monalisa’ karya Leonardo da Vinci tetapi diberi kumis, atau peturasan laki-laki diberi dudukan dan tanda tangan, kemudian dipamerkan disuatu galeri. Lukisan berjudul ‘The Great Methaphysician’ karya Giorgio de Chirico tahun 1917. Tokoh Dadaisme dalam dunia seni rupa antara lain Marcel Duchamp dan Hans Arp. Pada tahun 1917 dibuka galeri seni dengan nama ‘Dada’. Namun, di beberapa tempat terjadi kekacauan akibat diselenggarakan pameran karya seni rupa Dadaisme sehingga pameran itu terpaksa ditutup polisi. Di samping Dadaisme, dalam perkembangan seni rupa modern dikenal pula aliran yang cukup penting yaitu Surealisme. Surealisme adalah penggambaran dunia fantasi psikologis yang di ekspresikan secara verbal, tertulis, maupun visual. Karya seni lukis beraliran Surealisme banyak mengetengahkan pengggambaran dunia mimpi, dunia khayal, dunia yang tak mungkin, dunia mistis, horror, atau dunia yang bersifat luar akal (absurd). Beberapa tokoh penting seniman yang berkarya dengan aliran Surealisme antara lain Chirico, Salvador Dali, Max Ernst, Jean Arp, Joan Miro dan Marc Chagall. 4. Eklektisisme Eklektisisme adalah gerakan seni di awal abad ke-20 yang mengkombinasikan berbagai sumber gaya yang ada di dunia menjadi sebuah wujud seni modern. Banyak yang menjadi sumber inspirasi dari gaya seni ini. Antara lain, gaya seni primitive sejumlah suku bangsa di Afrika, karya seni pra-sejarah, seni Amerika latin, gaya estetik Mesir purba, dan Yunani kuno. Tokoh-tokoh seni yang menerapkan gaya eklektisisme ini antara lain Picasso (di samping sebagai tokoh Kuibsme), Paul Gauguin, George Braque, Jean Arp, Henry Moore, dan Gabo. Patung berjudul ‘shell and Head’ karya Jean Arp tahun 1933 5. Seni Kontemporer (Seni Masa Kini) Istilah seni kontemporer umumnya dipergunakan untuk mengelompokkan gaya-gaya seni rupa yang sezaman dengan pengamat atau yang menjadi kecenderungan popular dan dipilih oleh para seniman dalam rentang lima puluh tahun terakhir hingga sekarang. a. Pop art Pop art merupakan kependekan dari popular art yang dicetuskan oleh seorang kritikus inggris Lawrence alloway pada tahun 1954. Istilah ini di masyarakat umum di indonesai kerap baur dengan istilah seni-populer yang dipakai untuk menyebut kebudayaan massa atau lagu-lagu popular. Gerakan pop art sebenarnya memiliki kemiripan dengan dadaisme. Yaitu, wujud protes kepada masyarakat yang terlalu berbudaya konsumtif,serta dalam mengekspresikan diri menggunakan unsur-unsur rupa berupa barang yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat perkotaan, seperti kaleng minuman, poster film, tokoh komik, boneka mainan, atau barang-barang industri. Barang-barang tersebut ada yang langsung ditempel (kolase), disusun dengan komposisi baru, diperbesar, atau diambil bagian-bagian tertentu dan disusun kembali. Pop art oleh para ahli kerap dikelompokkan kedalam seni neo avant grade, yaitu gaya estetik alternatif yang radikal melihat ke masa depan. Lukisan karya Roy Lichenstein berjudul ‘Wham’ Namun demikan, pop art lebih berkembang di amerika serikat dibanding Negara asalnya inggris. Beberapa seniman pop art amerika yang terkenal antara lain andy Warhol, roy lichenstein, jasper john, claes Oldenburg, dan George segal. Ekspresi seni rupa beraliran pop art secara umum cenderung menekankan pada sensasi visual, seperti karya andy wahrol ‘’ kaleng sup’’, sebuah karya yang terdiri dari kaleng sup yang disusun dalam satu pigura. Demikan pula karya roy lichenstein yang berjudul ‘’whaam’’ (1963) yang mengetengahkan salah satu sudut komik yang diperbesar berapa kali. b. Optic art Perkembangan seni kontemporer diparuh kedua abad ke-20 yang cukup menonjol adalah optic art yang kerap disebut sebagai Op-art. Meskipun karya seni rupa ini banyak memerlukan pemikiran rasional dalam berkarya tapi hasil karyanya menunjukan hasil karya yang ekspresif. Salah seorang tokoh optic art adalah Victor vasarely yang lahir di Hongaria dan hidup di Paris. Karya seni dengan gaya optic art lebih menekankan pada permainan ilusi optic dari mata si pengamat. Lukisan bergaya Optic art berjudul ‘Zett-Kek’karya Victor Vasarely tahun 1966 6. Posmodernisme Di akhir abad ke-20 seni rupa Posmodern menjadi bahan pembicaraan pada para budayawan di berbagai Negara. Postmodern kerap diartikan sebagai aliran berkembang setelah seni modern di anggap mengalami masa kebuntuan. Jika dalam seni modern para seniman lebih memusatkan kepada ekspresi pribadi dan penggalian gaya yang baru, dalam seni postmodern ungkapan seni lebih ditekankan kepada semantika (makna rupa) dan semiotika (permainan tanda rupa). Sebagian seniman bermain dengan metafora, parody, komedi, satir, dan semantika visual dalam berekspresi. Bahkan banyak pula diantara mereka yang mengadopsi gaya visual masa lalu dengan gaya visual modern, juga cara berungakap dengan berbagai pendekatan alternatif. Contoh lukisan bergaya Posmodernisme Sejumlah karya seni rupa yang beraliran postmodernisme banyak mengungkapkan gagasan seperti seniman Dadaisme, yaitu menyusun benda, barang, atau unsure rupa lainnya menjadi karya seni. Karya demikian kerap disebut sebagai seni instalasi. Ada juga yang memadukan gambar tokoh-tokoh mitologi masa lalu dengan kondisi sosial masa kini, bahkan ada juga yang menampilkan suasana mencekam, kesedihan, misteri, atau pun kritik terhadap situasi politik. Secara umum seni rupa posmodern menggunakan berbagi macam bahan ungkapan (mix-media) dan juga kerap dipadukan dengan jenis kesenian lainnya seperti seni tari, sastra, teater, atau bentuk pertunjukan lainnya. Perkembangan Desain Modern Keberadaan desain, sama tuanya dengan kebutuhan manusia menciptakan karya seni. Baru di awal abad ke-20, dalam penulisan sejarah seni rupa, desain ditulis secara terpisah. Ini karena perkembangannya yang semakin cepat dan gaya estetik yang semakin variatif. Awalnya desain kerap disebut seni yang memiliki guna praktis, baik sebagai tempat hunian, peralatan bantu, alat komunikasi, wadah sesuatu, ataupun sebagai sarana penunjang kehidupan sehari-hari manusia. Desain ini juga bersejalan dengan temuan teknologi baru, bahan baru, ataupun system produksi baru. Kemudian berkembang pendapat yang menyatukan bahwa desain adalah pemecah masalah kebutuhan fisik dan psikologis manusia. 1. Gerakan Kembali ke Seni dan Kerajinan (Art & Craf Movement) Perkembangan desain di Eropa, awalnya merupakan kebiasaan raja dan para bangsawan di Prancis untuk memberikan perlindungan istimewa pada para seniman dan para pengrajin terampil tinggi di lingkungan keraan itu adalah Louis XIV. Hal itu dilakukan, umtuk meningkatkan martabat dan kebesaran kehidupan istana. Lalu, didirikan juga “pabrik” untuk memproduksi aneka barang keburuhan kerajaan Prancis. Pada tahun 1667, salah satu pabrik yang paling terkenal adalah pabrik Gobelins yang memproduksi aneka permadani, mebel, dan sejumlah kerajian logam. Meskipun masih dikerjakan dengan tangan, pabrik tersebut telah memproduksi barang-barangnya dalam jumlah yang besar dengan memperkerjakan ratusan pengrajin. Bahkan, dilengkapi pula dengan balai latihan pengrajin untuk mendukung ketersidiaan tenaga terampil yang semakin meningkat. Contoh art & craftmovement Namun, setelah masa Revolusi Industri, ketika pembuatan barang mulai beralih kepada penggunaan mesin, lambat laun para pengrajin mulai tergeser perannya. Akibatnya dari itu, sejumlah seniman dan pengrajin mengadakan Gerakan Seni dan Kerajinan (Art dan Craft Movement) yang dipimpin oleh John Ruskin dan Wiliam Morris. Gerakan seniman dan pengrajin ini menuntut agar barang-barang hasil industry tetap harus memiliki sentuhan keindahan. 2. Modernisme Modernisme adalah aliran atau mazhab estetik pembaharuan yang mengiringi perkembangan desain dan seni rupa pada umumnya menjelang abad ke-20. Ciri-ciri utama Modernisme dalam dunia desain adalah penguatan dalam konsep, serba nasional, dan pada perkembagan tingkat lanjut berupaya menyerdehanakan ornamen. Dalam perjalanan waktu, lahir gaya-gaya baru seperti diuraikan di bawah ini dan tetap merupakan bagian dari spirit Modernisme. a. Seni baru (art nouveau) Pada tahun 1980, muncul gerakan art nouveau (seni baru di eropa). Seni baru, oleh beberapa ahli seni rupa juga dikelompokkan kedalam era proto modernisme (pramodernisme) di karenakan masih dominannya penggunaan ornamen pada karya desain. Berbagai karya seni bergaya art nouveau dicirikan dengan memadukan keterampilan permesinan yang rasional dengan kemahiran membuat berbagai ornamen yang meliuk-liuk. Salah seorang tokoh dari belgia, henry van de velde, mencoba mengawinkan unsure ornament dengan pekerjaan mesin dan bahan untuk mengekspresikan dunia modern. di jerman gerakan yang sejenis dengan art nouveau dikenal dengan nama ‘’jugenstill’’. Contoh art nouveau Di awal abad ke-20, gaya art nouveau amat berpengarug pada barang dan arsitektur di eropa dengan hiasan ynag meliuk dan di lebih-lebihkan namun, masyarakat industrial barat kurang berselera dengan hiasan yang berlebihan tersebut dan lebih menggemari bentuk-bentuk yang sederhana. Masa art nouveau ditandai oleh berdirinya lembaga budaya ‘werkbund’ di jerman. Lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan kerja professional melalui jalinan keselarasan antara logika nasional, seni, industry, dan keterampilan. b. Estetika Mesin (Machine Aesthetics) Pada tahun 1903, Mathesius salah seorang tokoh desain terkemuka di zamannya menyatakan bahwa unsure artistic, budaya, dan ekonomi harus menyatu dalam karya desain, dan hal itu harus di tanamkan sejalan dengan semangat nasionalisme masyarakat Eropa. Pada tahun1908, terbit tulisan yang menghebohkan karya Adolf Loos seorang arsitek dan pemikir kritis di Eropa yang berjudul “Ornament is A Crime” (Pengunaan ornamen adalah sama dengan perbuatan kriminal). Tulisan ini berisi penghujatan terhadap penggunaan ornamen pada karya arsitektur dan berbagai produk pabrik. Penggunaan ornamen menunjukan kerendahan seleran dan perbuatan itu dapat dianggap sebagai tindakan criminal. Bangunan ‘Bauhaus’ symbol tumbuhnya estetika mesin di Jerman di awal abad ke-20 Pada tahun1919, berdiri lembaga kebudayaan Bauhaus di Weimar-Jerman yang dipimpin oleh Walter Gropius. Berdirinya lembaga ini dianggap sebagai tonggak penting awal menyebarnya aliran Modernisme di dunia. Prinsip dasar Bauhaus adalah memadukan semua ilmu pendukung desain, seni, kria, dan teknik dengan tujuan menghasilkan karya rancangan yang dapat menjawab permasalahan sosial da budaya industry modern. Bauhaus menyelenggarakan pendididkan yang dikenal sebagai ‘Vokurs’ yang dikembangkan oleh Johanes Itten. Vokurs merupakan proses belajar sambil praktek untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas. c. De Stijl Di Belanda muncul gerakan yang disebut de Stijl yang bertujuan untuk membangun citra modern pada karya desain . Gagasan de Stijl bamyak dipengaruhi oleh M.J.H. Schoenmackers , penganut teosofi , mistik , sekaligus ahli matematik. De Stijl merupakan aliran yang menyakini teori kosmologi alam semesta yang dibatasi oleh garis horizontal dan vertikal dengan warna merah, biru , kuning , di samping hitam . Beberapa tokoh perancang beraliran de Stijl yang penting antara lain Theo van Doesburg , J.J.P Oud , Rob van t’Hoffdan Piet Mondrian . Setahun setyelah gerakan ini . Gerit Rietvield menciptakan kursi Merah-Biru-Kuning yang diadopsi dari lukisan Piet Mondrian dan menjadi karya penting pada sejarah desain modern. Kursi ‘merah-biru kuning’ bergaya ‘de-stijl’ karya Gerit Rietvield Pada tahun 1924, dikenal sebagai puncak kejayaan aliran de Stijl yang di tandai oleh karya Schroder House di Utrech yankg menyajikan karya desain modern melalui ungkapan garis , bidang , warna dalam aneka perabotan berbentuk geometri. d. ‘ Art Deco ‘ Art Deco adalah gaya modern dalam desain yang berkembang pada tahun 1920-an . Merupakan paduan dari berbagai unsur seperti gaya Giotik yang dimodifikasi dan langgam. Mesir yang diolah dengan w2arna cerah dengan bentuk – bentuk modern yang serba geometris . Gaya Art Deco dapat dijumpai pada berbagai bentuk bangunan , barang sehari- hari , pakaian dan karya desain grafis . Pengaruh gaya ini amatlah luas dan sampai ke indonesia pada tahun 1930-an. Tokohnya antara lain Paul poitret dan Emile Jacques Ruhlman. Gaya Deco diproklamirkan sebagai sebuah aliran ketika dilangsungkan pameran internasional seni dekortif di Paris tahun 1925. Contoh lukisan bergaya art deco e. Gaya Internasional . Pada tahun 1932 Hitchock dan Philip Johnson menyelenggarakan pameran besar The Internasional Style di Museum Seni Modern New York . Mereka menggap bahwa Modernisme menjadi satu – satunya mazhab terbaik dan paling benar secara mendunia .Gaya ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia seiring dengan pembangunan kota- kota besar Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II . Dalam perkembangan berikutnya di awal tahun 1990-an ,gaya Internasional di tafsirkan kembali menjadi gaya Minimalis yang ditetapkan dalam berbagai bangunan perkantorran dan rumah tinggal. Contoh bangunan bergaya internasional f. Streamlining Norma Bell Geddes pada tahun 1935 adalah seorang pencetus gaya Stremlining yang di ilhami dari hukum aerodinamik dan aneka binatang terbang . Gaya Streamlining meskipun tadinya hanya di terapkan pada beberapa produk transportasi berkecepatan tinggi tetapi pengaruhnya meluas kepada berbagai produk sehari-hari ,bahkan karya arsitektur .Gaya ini dinilai oleh berbagai kalangan sebagai paduan yang paling harmonis antara aspekestetik dan teknologi . Hal itu dapat kita lihat pada desain – desain pesawat terbang , kspal selam , kereta api dan berbagai jenis kendaraan darat. Mobil sedan bergaya streamlining g. Hi – tech Tahun 1969 merupakan saat terbang perdana pesawat Concorde, kerja patungan antara British dan Aerospatiale Perancis . Pesawat ini menampilkan gaya Hi-Tech seiring dengan keberhasilan pendaratan manusia pertama kali di bulan , dan dinilai sebagai puncak keemasan Modernisme . Gaya Hi- Tech kemudian meluas pada berbagai barang , seperti pesawat televisi , peralatan kantor , pakaian juga peralatan rumah tangga . Mobil bergaya Hi-tech h. Pop Modernisme Pop Modernisme merupakan gaya gerakan seni rupa yang berkembang sejak tahun 1956 seiring dengan gerakan Pop Art dalam bidang seni . Pop secara cepat meluas sebagai suatu gejala sosial yang meluas ke seluruh daratan Eropa dan Amerika Serikat . Gerakanya yang keras , seolah-olah merupakan ciri pemberontakan dan kemarahan kaum muda terhadap segala aturan dan nilai – nilai “ kolot “ generasi tua . Pop mewabah ke semua cabang seni rupa dan desain , bahkan merambah kepada kehidupan sehari-hari . Pop memang tidak menawarkan gaya tunggalyang dominan , tapi lebih bersifat eklektik dengan citra teknologi masa depan , khayali , bahkan mengusung mistisme Timur .Pop begitu bebas dengan kemungkinan baru dan perpaduan gaya secara tak lazim . Fenomena ini dalam dunia desain disebut sebagai gaya Pop –Modernisme . Ciri gaya Pop – Modernisme yang khas terlrtak pada kebebasan , kesegaran (instan) dan pakai buang (expendable) . Melalui budaya Pop inilah , rasionalitas di tentang satu per satu .Para desainer mencoba mengadakan eksperimen dengan tampilan bentuk yang tidak serius dan penuh dengan main – main. Contoh lukisan bergaya pop modernisme 3. Era tahun setelah 1970-an. Pada tahun 1970, Charles Jencks mengumandangkan runtuhnya kejayaan modernism dalam desain dan arsitektur, bersamaan dengan diribuhkannya bengunan St. Missouri di Amerikayang dinilai mengundang permasalahan sosial. Bangunan ini merupakan karya arsitektur yang pernah meperoleh penghargaan internasional. Dalam buku-bukunya, Jencks mulai mengangkat isu kelahiran era Posmodern pada tahun 1975 dan pada tahun 1978. Charles Jenck menerbitkan buku controversial yang berjudul Post Modern Architecture. Mazhab Modernisme mengalami krisis ketika membanjirnya produk-produk industry dan bangunan yang serba rasional. Karya-karya semacam itu dinilai oleh sejumlah budayaman sabagai kurang manusiawa dan ‘kering’. Bahkan, banyak di antaranya yang menjadikan manusia terasing serta banyak pula yang memiliki kecenderungan merusak lingkungan, sehingga diperlukan alternative baru dalam mendisain agar lebih akrab dengan manusia. Seperti Bio design, Memphis, Green Design, dan Desain Digital. a. Bio Design Sekitar tahun 1980, Luigi Colani seorang perancang kelahiran Italia mengembangkan konsep Bio Design dan diaplikasi pada berbagai desain, seperti mobil, pesawat terbang, kamera, pakaian, dan sejumlah peralatan rumah tangga. Bio Design yang dikembangkan oleh Luigi Colani tersebut memiliki kecenderungan merupakan peniruan karakter rupa bintang, tumbuhan atau segala sesuatu yang ada di alam. Contoh perahu dan computer bergaya bio design b. Memphis Pada tahun 1977, Studio Alchimia-Italia, merancang berbagai jenis perabotan degan bahasa rupa yang unik, sehingga dianggap ungakapan baru yang mewarnai perkembangan gaya estetik dunia. Sejumlah pengamat menilainya sebagai bentuk radikalisme para perancang Italia yang jenuh dengan gaya modern. Bebrapa tahun kemudian Etorre Sottsass Jr. memproklamirkan Group Memphis. Kelompok ini kemudian melahirkan gaya Memphis yang menerapkan bahasa estetik ‘baru’ yang mengangkat warna pastel, hiasan, dan kenaifan bentuk pada karya desain. Salah satu karya Sottsass yang terkenal adalah rak buku ‘Carlton’ yang menjadi mascot gerakan Memphis. \ Rak bahan kayu karya Ettore Sottsass bergaya Memphis tahun 1981 c. Green Design Pada tahun 1960-an, muncul kepedulian masyarakat dunia terhadap pelestarian lingkungan dan bertambahnya kekhawatiran akan semakin rusaknya bumi oleh pencemaran. Sejumlah perancang mencoba mencari pemecahan kreatif melalui karya-karya desain. Di tahun 1970, berkembang penggunaan materal alternative yang ramah lingkungan untuk berbagai desain, seperti bahan alam atau bahan hasil daur ulang. Pada periode tahun yang sama, sejak dunia mengalamikrisis energy, berkembang pula karya-karya desain yang hemat energy dan juga sejumlah desain yang menggunakan energy alternative seperti sinar matahari dan energy gar bio. Desain lampu hemat energy yang Aneka piranti yang dibuat dari dirancang dengan prinsip ‘Green Design’ bahan daur ulang Sejak diadakan konferensi dunia tentang pemanasan global di Rio de Janeiro, Brazil tahun 1990, para perancang terdorong untuk semakin giat membuat bentuk alternative yang dapat menggantikan bahan bakar minyak, gas Freon (gas pendingin kulkas dan udara), serta dilakukannya pengembangan lahan hijau untuk pemukiman sebagai usaha untuk mengurangi angka pencemaran. Dua tokoh perancang yang giat melakukan usaha ini adalah Victor Papanek dan Dorothy McKenzie. d. Desain Digital Penemuan teknologi digital amat membantu kehidupan manusia. Desain untuk keperluan sehari-hari dapat lebih praktis dan bentuknya lebih kecil. Penerapan teknologi digital dalam desain dapat dilihat pada kalkulator, pesawat radio, pesawat televise, telepon, jam tangan, dan berbagai produk sehari-hari. Sejalan dengan perkembangan teknologi digital tersebut, berkembang juga gaya desain yang bernuansa ‘digital’. Seperti, bentuk huruf digital, tombol dengan sentuhan halus (soft touch), gambar-gambar yang bernuansa digital, hingga permainan video dengan tampilan tokoh-tokoh digital. Meluasnya penggunaan computer pribadi kecepatan tinggi memacu perkembangan desain ke tingkat yang lebih cepat. Computer tidak hanya digunakan untuk membantu dalam pengetikan dan penghitungan, tetapi juga amat membantu dalam proses desain dan penyediaan informasi. Bahkan manusia di masa sekarang amat tergantung dari bantuan teknologi computer tersebut, baik sebagai penunjang pekerjaan, hiburan, komunikasi, penganalisis data, maupun pembuatan film. Dengan mempelajari budaya rupa manca Negara, kita menjadi paham bahwa karya seni rupa dan desain telah mengisi peradaban umat manusia sejak masa purba hingga masa sekarang. Sebuah bangsa dapat terlihat menjadi bangsa yang besar, jika peradabannya meninggalkan artifak budaya rupa yang besar dan agung sehingga dapat mengubah tatanan kebudayaannya kea rah yang lebih maju. Contoh barang-barang berdesain digital Daftar pustaka : Agus Sachari,2006,Seni Rupa &Desain untuk SMA Kelas XI,Erlangga,Jakarta. 1 Agustus 2010 - 10.00 WIB Wikipedia : -Key word : budaya visual barat (8 agustus 2010 – 09.00 WIB) • "Religions and the Silk Road" by Richard C. Foltz (St. Martin's Press, 1999) ISBN 0-312-23338-8 • "The Diffusion of Classical Art in Antiquity" by John Boardman (Princeton University Press, 1994) ISBN 0-691-03680-2 • "Old World Encounters. Cross-cultural contacts and exchanges in pre-modern times" by Jerry H.Bentley (Oxford University Press, 1993) ISBN 0-19-507639-7 • "Alexander the Great: East-West Cultural contacts from Greece to Japan" (NHK and Tokyo National Museum, 2003) • "The Greeks in Bactria and India" W.W. Tarn, Cambridge University Press • "Living Zen" by Robert Linssen (Grove Press New York, 1958) ISBN 0-8021-3136-0 • "Echoes of Alexander the Great: Silk route portraits from Gandhara" by Marian Wenzel, with a foreword by the Dalai Lama (Eklisa Anstalt, 2000) ISBN 1-58886-014-0 Daftar pertanyaan 1. Setyo Budi Apa benar semakin besar kekuasaan raja, maka hasil monumentalnya akan semakin besar juga ? berikan contoh ! Jawaban: benar, jika raja tersebut memiliki kekuasaan penuh maka hasil karya seninya akan semakin banyakkarna semakin lama raja tersebut berkuasa pada waktu lama maka dia akan banyak memiliki banyak peninggalan yang menandakan dia lebih mulia dan di gungkan 2. Jefri A Mengapa renaisence disebut dengan zaman kegelapan? Jawaban : karna pada saat iu para cerdik pandai dan seniman mendapat penghargaan yang tinggi dari masyarakat, karya-karya seni rupa yang sebelumnya memusatkan diri pada karya yang bersifat pemujaan kepada keagungan tuhan mulai berkembang pada objek manusia dan alam, dan ketidak disiplian kerja yang menyebabkan karya hanya ada disuatu keseragaman tanpa mempedulikan kenyamanan arsitektur. 3. Mar’atus sholikha Apakah perbedaan art nouveau dan art deco? Beri contoh! Jawaban: art deco dapat di jumpai pada berbagai bentuk bangunan, barang sehari-hari, pakaian dan karya desain grafis, dan diolah dengan warna cerah dengan bentuk-bentuk modern yang serba geometris, art deco merupakan perpaduan dari berbagai unsur seperti gaya gothic contoh poster gaya art deco karya Mcknight kauffer. Art nouveau dicirikan dengan memadukan keterampilan permesinan yang rasional dengan kemahiran membuat berbagai ornamen yang meliuk-liukdan dan dominannya masih menggunakan ornamen pada karya desain dan lembaga ini bertujuan untuk meningkatkan kerja professional melalui jalinan keselarasan antara logika rasional, seni, industri, contoh hiasan di pintu rumah bergaya art nouveau lampu bergaya art nouveau karya emile galle. 4. Aprilia P utri Karay seni pada zaman pencerahan sebelumnya bersifat pemujaan dan berubah menjadi manusia, apakah pengaruhnya? Jawaban: Karena pada masyarakat eropa khususnya di Italia dan pengaruhnya meluas hingga benua eropa 5. Bella Rusdiana Mengapa carles janes bisa mengumandangkan runtuhnya modernisme ? 6. Putri Wahyu Apakah perbedaan pop art dan dadaisme dan berikan contohnya!


bingung download aja KLIK DISINI UNTUK MENDOWNLOAD NYA....

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Makasih dah mau ngasih komen smoga bermanfaat bagi semua kalangan dan bloger, Komentar anda sangat berarti bagi saya, mohon kritik dan saran

Label

' (2) 6 (1) ADSENSE (2) ANTI MALAYSIA (5) APLIKASI (6) arti (28) ARTIKEL (701) ARTIS (21) ASEAN (4) ASMARA (5) AWARD (1) B (1) BAHASA INDONESIA (72) BAHASA INGGRIS (104) BAHASA JAWA (6) BAHASA JEPANG (2) BANK (2) BARAT (3) BERITA (1) BIOGRAFI (2) BISNIS (68) BOEKP (12) BUKU (1) BUKU TAMU (1) CARA BELAJAR SABAR (1) cara download musik di blog aku (3) cerita rakyat (13) cerpen (23) cerpen pondok TBI (3) CHEAT PB (1) cinta (1) Connect With Friend (1) copas (3) DANGDUT (1) design (1) DESKRIPSI (4) DI JUAL (2) DOWNLOAD GRATIS (87) DRAMA (14) drama ku (2) ELEKTRONIK (5) FACEBOOK (73) FALAK (1) FENOMENA (1) film (38) FILM INDONESIA (12) FLASHDISK (3) gambar (3) GAME (8) GAWE KONCOKU (2) GRATIS (1) GUESTBOOK (1) HACKER (7) HARDWHARE (1) HARGA (1) HARI RAYA IDUL ADHAH (1) HEWAN (2) HUKUM (16) I (1) ide konyol (1) IKLAN (1) ilmu otomotif (13) INDONESIA (91) INDOSAT (1) INFORMASI (118) INSTALASI (2) INTERNASIONAL (19) INTERNET (73) IPA (8) Iptek (13) ISENG (1) ISLAM (157) JANGAN MINDER (1) JUAL BELI (4) KARYA ILMIAH (5) KATA BIJAK (1) KATA MUTIARA (3) KEBUDAYAAN (5) kehidupan sehari-hari (1) KEMERDEKAAN INDONESIA (2) KERAJAAN (1) KESEHATAN (24) KHUSUS MAS ALFAN RECCERY (1) KHUTBAH (3) KIMIA (2) KIRIM ARTIKEL MU (4) kisah dalam puisi (2) KISAH KU (10) KITAB (1) KITAB ALFIYAH (2) KOMPUTER (36) KONTES (1) KORAN FESBUK (105) KORD (15) KOTAK MASUK EMAILKU (129) KRITIKAN PEDAS SANG GARUDA (1) Kucing Hias (5) KUNCI GITAR (18) kurikulum (1) LAPORAN (5) LIPUTAN (1) LIRIK (28) LIRIK LAGU (29) logo (4) lucu (3) makalah (109) management (1) masyarakat (1) MENGHITUNG (1) MOBILE (31) MODIFIKASI (1) MOJOKERTO (1) MOTOR (1) MP3 (25) MUSIK (41) NARATIVE TEKS (4) NEGARA (5) NEWS (1) NOT FOUND (1) novel (7) OBAT (1) OLAH RAGA (9) OM BEDHUN_19 (1) OTOMOTIF (6) OVJ (3) OVJ Opera Van Java (3) paid to comment (1) PAPER (1) PASANG IKLAN (1) PAYPAL (4) PDTM (4) PEMILU (2) PEMIRINTAH (5) pendidikankan (647) pendidkan (40) PENELITIAN (4) PENEMUAN (1) PENGAJIAN (10) pengertian (9) PENGETAHUAN (87) PENYAKIT (4) perawatan badan (4) PERBANKAN (3) PERKEMBANGAN (2) PHONSEL (16) PHOTO ALBUM PRIBADI (3) PIDATO (3) PLANET (5) point blank (1) POLITIK (6) PORN (13) PROGRAM (1) PROPOSAL (3) puisi (8) PUISI CINTA (2) PULSA (1) RADIO ONLINE (1) RAMALAN ZODIAK (10) RAN ONLINE (3) RESENSI NOVEL (3) RESEP MAKANAN (46) RESUME (1) RINGTONE (1) RPP (23) RUMAH TANGGA (1) SEJARAH (38) SEMINAR (2) SENI (12) SEX (8) Sex On the street (1) SHOPPING (1) silabus (1) SKRIPSI (6) SOAL (5) softwere (12) SUARA ANAK BANGSA (1) sulap (1) TANAMAN (2) TEKNOLOGI (11) TEMPAT SHARING (1) TEMPLET JAWAPOSTING (1) tentang lagu (1) TENTANG Q (19) teriamkasih anda telah mengunjungi blog ini (3) TERJEMAH AL-QUR'AN (7) TESIS (1) THEME (1) TIPS (24) trafik meledak (1) trik bloger (47) trik Facebook (29) TRIK FS (4) TRIK RAN ONLINE (1) TUGAS (11) tugas pdtm 2 (5) TUKAR LINK (1) tulia (3) TULISAN ORANG (550) TUTORIAL (12) TV ONLINE (18) TWITTER (13) UAN (2) ume (3) UMUM (411) VIDIO MUSIK (2) welpaper (11) WINDOWS (2) WISATA HATI (1) wordpress (1) XP (1) youtube (1)

Pengikut